Garis Luurus (lanjutan) dan Lingkaran
Oh ya gengs,
konsep penting dalam mendeskripsikan sebuah garis dan selalu digunakan dalam
pembahasan grafik adalah sudut inklinasi dan kemiringan. Pertama kita ingat
kesepakatan dari trigonometri yaaagengs; bahwa sudut yang diukur dalam arah
berlawanan arah putar jarum jam adalah positif, dan yang diukur searah putaran
jarum jam adalah negatif.
Definisi :
Sudut inklinasi dari garis lurus yang berpotongan
dengan sumbu-x adalah ukuran sudut non-negatif terkecil dari sudut yang
dibentuk antara garis itu dengan sumbu-x positif.
Sudut inklinasi dari garis
yang sejajar dengan sumbu-x adalah 0.
Kita gunakan simbol
q untuk menyatakan sudut inklinasi. Sudut inklinasi
sebuah garis selalu kurang dari 180°, atau p radian, dan setiap garis mempunyai sudut
inklinasi. Jadi untuk sembarang garis berlaku
Gambar berikut ini
menunjukkan beberapa garis dan sudut inklinasinya.
Definisi :
Kemiringan (slope) m dari suatu garis adalah nilai tangen
dari sudut inklinasinya; yaitu
m = tan q
Adalah mungkin,
jika dua sudut yang berbeda mempunyai nilai tangen yang sama, tetapi tidak
mungkin dua sudut inklinasi yang berbeda mempunyai kemiringan yang sama. Hal
ini disebabkan pembatasan sudut inklinasi, yaitu 0° £ q < 180°. Salah satu masalah yang muncul adalah kemiringan
dari garis dengan sudut inklinasi = 90°, sebab tangen 90° tidak ada. Jadi garis vertikal mempunyai sudut
inklinasi 90° tetapi tidak mempunyai kemiringan. Kadang-kadang dikatakan bahwa
kemiringan garis vertikal adalah “tak hingga”, atau lambang “¥”.
Bagaimanapun lambang ini bukanlah bilangan. Akan tetapi garis dengan
sudut inklinasi nol yaitu garis horisontal mempunyai kemiringan yaitu nol.
Terlepas dari ketiadaan
kemiringan garis vertikal, ada suatu hubungan yang sederhana antara kemiringan
dengan pasangan koordinat titik pada suatu garis. Kemiringan suatu garis dapat
dinyatakan dalam bentuk dari koordinat sembarang dua titik pada garis itu,
misalnya melalui titik P1(x1, y1) dan P2(x2, y2) seperti pada gambar berikut:
Maka kemiringan garis P1P2 diberikan oleh
Jika dua
garis yang bukan vertikal adalah sejajar maka harus mempunyai sudut inklinasi
sama besar, sehingga mempunyai kemiringan yang sama. Jika dua garis sejajar
adalah vertikal maka salah satunya pasti tidak mempunyai kemiringan. Sebaliknya
jika garis mempunyai kemiringan sama maka mereka mempunyai sudut inklinasi yang
sama dan oleh karena itu mereka sejajar. Jadi
dua garis yang mempunyai
kemiringan m1 dan m2
adalah sejajar jika dan hanya jika
m1 = m2
atau kedua garis tidak mempunyai kemiringan, seperti pada gambar berikut ini:
Jika dua garis bukan vertikal l1 dan l2
dengan sudut inklinasi q1 dan q2 tegak lurus, seperti pada gambar :
Di lain pihak, jika m1 = 1 / - m2 , dengan argumen penelusuran balik penalaran di atas maka
dapat ditunjukkan bahwa selisih sudut inklinasinya adalah 90° dan kedua
garis adalah tegak lurus. Kenyataan itu dituangkan dalam teorema berikut.
Jika dua garis l1 dan l2 mempunyai
kemiringan m1 dan m2 berturut-turut, maka mereka
(a) sejajar jika dan hanya jika m1= m2,
(b) tegak lurus jika dan hanya jika m1m2 = –1.
Garis Normal
Iya gengs, normal? Masih normal kan belajar geometri? Hehehe..
Tau kan apa itu garis normal? Yuuuups, Garis Normal adalah garis yang yang tegak lurus terhadap garis yang memotong sumbu x dan sumbu y.
Persamaan Hesse atau persamaan normal suatu garis lurus
Dimana,
n = panjang normalnya yaitu garis yang melalui 0 dan tegak lurus garis tersebut.
= sudut yang diapit garis normalnya dengan sumbu x.Mengubah persamaan umum menjadi normal :
Yuk gengs kita kerjakan soal dibawah ini:
Contoh : akan diubah persamaan garis 2x + 5y + 10 = 0 menjadi persamaan normal
Jarak suatu titik dari suatu garis lurus
Misal titik A(x1, y1)
1. Jarak titik A dari garis lurus yang persamaan garisnya
2. Jarak titik A dari suatu garis lurus yang persamaan garisnya Ax + By
+ C = 0
3. Jarak titik A dari garis lurus yang persamaan garisnya y = mx + n
Hubungan dua buah garis lurus
Misal persamaan dua garis tersebut:
G1 = A1x + B1y +C1 = 0
G2 = A2x+ B2y + C2 = 0
Kemungkinan letak dari 2 garis tersebut :
Contoh : akan diubah persamaan garis 2x + 5y + 10 = 0 menjadi persamaan normal
Gengs, Ini ada Persamaan
garis lurus yang diketahui titik potongnya dengan sumbu x dan y
Persamaan garis di atas yang memotong sumbu x di (a,0) dan memotong sumbu y
di (0,b).Jarak suatu titik dari suatu garis lurus
Misal titik A(x1, y1)
1. Jarak titik A dari garis lurus yang persamaan garisnya
3. Jarak titik A dari garis lurus yang persamaan garisnya y = mx + n
Hubungan dua buah garis lurus
Misal persamaan dua garis tersebut:
G1 = A1x + B1y +C1 = 0
G2 = A2x+ B2y + C2 = 0
Kemungkinan letak dari 2 garis tersebut :
Jika persamaan-persamaan garis lurusnya
Maka,
Misal persamaan dua garis tersebut :
G1 = A1x + B1y + C1 = 0
Maka,
Sudut antara duagaris lurus
Misal a antara sudut antara garis lurus. Misal persamaan dua garis tersebut :
G1 = A1x + B1y + C1 = 0
G2 = A2x + B2y + C2 = 0
Maka,
1 Lingkaran
Definisi
Lingkaran
Sekarang kita bahas tentang lingkaran ya gengs. Yuk gengs, Perhatikan gambar lingkaran di bawah ini!
Sebuah lingkaran mempunyai beberapa
unsur, diantaranya jari – jari dan pusat
lingkaran .
O merupakan titik pusat.
OA, OB , dan OC adalah jari – jari .
Jari – jari (r) pada lingkaran memiliki panjang yang sama. Sehingga, OA = OB = OC
Dengan demikian, kita dapat
menyimpulkan bahwa :
Lingkaran adalah tempat kedudukan titik
– titik (himpunan titik) yang jaraknya terhadap
satu titik tertentu
adalah
sama ( konstan ) .
Titik tertentu disebut pusat lingkaran,dan
jarak konstan disebut jari – jari lingkaran.
1
Persamaan
Lingkaran dengan Pusat O(0,0) dan Jari-jari r
Misalkan
titik P(x0,y0) adalah
sembarang titik yang terletak pada lingkaran, maka:
Untuk memudahkan penulisan rumus, kita
dapat menghilangkan indeks 0 pada x0
dan y0, sebab maknanya akan sama saja. Sehingga akan menjadi x2 + y2 = r2
Jadi ,
persamaan lingkaran dengan pusat O(0, 0) dan jari-jari r adalah :
1 Persamaan
Lingkaran dengan Pusat M(a,b) dan Jari-jari r
Jarak
MP = r = jari –jari. Titik M (a,b) adalah pusat lingkaran. Andaikata P (x0,y0)
adalah titik yang terletak pada lingkaran, maka dengan menggunakan definisi
lingkaran didapat :
Dengan menghilangkan indeks 0, maka
didapat : (x – a)2 + (y – b)2 = r2
Jadi, persamaan Lingkaran dengan
pusat M (a,b) dan jari – jari r adalah :
Bentuk
Umum Persamaan Lingkaran
x2 + y2 + Ax + By + C = 0
Dengan
menggunakan persamaan lingkaran dalam bentuk umum, siswa dapat menemukan pusat
dan jari – jari lingkaran, dengan cara sebagai berikut :
Persamaan Lingkaran
Dari bentuk terakhir ini, siswa dapat menentukan pusat dan jari – jari
lingkaran. Sehingga, didapat rumus untuk pusat lingkaran adalah
Garis Singgung
Definisi Garis Singgung
Garis
singgung adalah garis yang memotong lingkaran tepat di satu titik. Titik
tersebut disebut titik singgung. Jari-jari lingkaran yang melalui titik
singgung selalu tegak lurus dengan garis singung. Perhatikan gambar berikut!
Persamaan
Garis singgung dapat dinyatakan dalam bentuk y = mx + c. Persamaan Garis
singgung lingkaran dapat dibedakan dalam tiga jenis seperti digambarkan berikut
ini:
Garis Singgung Persekutuan Dalam Dua Buah Lingkaran
Gambar di atas menunjukkan lingkaran P dan lingkaran Q yang secara berturut-turut memiliki panjang jari-jari r1 dan r2.
Garis RT merupakan garis singgung persekutuan dalam dari
lingkaran-lingkaran P dan Q. Apabila ruas garis RT digeser ke atas
sejauh PT sedemikian sehingga titik T berimpit dengan P dan menghasilkan
ruas garis SP maka SP = RT, dan SR = PT = r1. Perhatikan bahwa SQ = SR + RQ = PT + RQ = r1 + r2,
dan jarak antara titik-titik pusat lingkaran-lingkaran P dan Q adalah
d. Karena segitiga QSP siku-siku di S, maka berlaku teorema Pythagoras
sebagai berikut:
Garis Singgung Persekutuan Luar Dua Buah Lingkaran
Misalkan lingkaran A dan lingkaran B berikut secara berturut-turut memiliki jari-jari yang panjangnya r1 dan r2, seperti diperlihatkan oleh gambar berikut ini:
Garis DC di atas merupakan garis singgung persekutuan luar dari
lingkaran A dan lingkaran B. Apabila Ruas garis DC digeser ke bawah
sejauh CE sedemikian sehingga titik D berimpit dengan titik A, maka DC =
AE dan DA = CE. Perhatikan bahwa EB = CB – CE, dan misalkan AB = d.
1
Persamaan Garis
Singgung Melalui Satu titik pada Lingkaran
Rumus Persamaan Garis Singgung ini dapat dirangkum
sebagai berikut:
Rumus di atas hanya berlaku untuk Persamaan Garis
Singgung melalui titik pada lingkaran.
Persamaan Garis
Singgung Bergradien m
Rumus persamaan Garis singgung ini digunakan untuk
mencari persamaan garis singgung yang gradiennya diketahui, sejajar atau tegak
lurus dengan suatu garis atau unsure lain yang berhubungan dengan gradient. Rumus-rumus
yang dapat digunakan ialah:
1
Persamaan Garis
Singgung Melalui Titik di Luar Lingkaran
Ada beberapa metode atau teknik untuk menyelesaikan
masalah ini antara lain: menggunakan rumus, menggunakan garis singgung
bergradien m.
a. Menggunakan
rumus
Rumus
persamaan garis singgung lingkaran melalui titik A (x1,y1)pada lingkaran (x – a)2 +(y – b)2 = r2 adalah y – y1 = m (x – x1) adalah
b.
Menggunakan
rumus persamaan garis singgung bergradien m
Teknik nini
menggunakan kesamaan garis dari dua persamaan, persamaan 1 (satu) adalah garis
melalui
dan persamaan 2 (dua) adalah persamaan garis
singgng bergradien m.
Hubungan antara garis dan lingkaran
Misalnya diminta untuk menentukan
sebuah titik sembarang di luar lingkaran, misalnya titik P. Melalui titik P
diminta untuk menggambar garis
yang memotong lingkaran di dua titik, yaitu di titik A dan titik B,
garis
yang memotong lingkaran di satu titik saja, yaitu titik C dan garis
yang tidak memotong lingkaran. Sehingga posisi
garis terhadap lingkaran ada 3 macam, yaitu:
Garis Memotong Lingkaran pada Dua Titik yang Berbeda
Garis Memotong Lingkaran pada Satu Titik Saja dan Ini Disebut
Garis Menyinggung Lingkaran
Garis Tidak Memotong
Lingkaran Maupun Menyinggung Lingkaran
Posisi garis terhadap lingkaran dapat
juga dilihat dari nilai diskriminan:
D = b2 – 4ac
Jika D
< 0 Garis Memotong Lingkaran pada
Dua Titik yang Berbeda
D= 0 garis menyinggung pada satu titik
D>0 garis tidak memotong maupun menyinggung
lingkaran












































Tidak ada komentar:
Posting Komentar